RENCANA
STRATEGUS TAHUN 2014 – 2019
SMK NEGERI 4
KENDAL
Telah disetujui dan dapat digunakan
sebagai acuan dalam Pengembangan SMK N 4 Kendal
Kendal, MARET 2014
|
Kepala SMK N 4 Kendal
|
Drs.
Kusdarmanto
|
NIP. 19581223
198703 1 004
|
PROFIL
SEKOLAH
A.
IDENTITAS
SEKOLAH
1.
Kepala
Sekoah :
Drs. Kusdarmanto
2.
NDS :
4303020005
3.
NSS :20321845
4.
Alamat :
Jl. Soekarno – Hatta Brangsong
Kendal
5.
Nomor
Telepon :
(0294) 5790761
6.
Nomor
Fax :
(0294) 3687377
7.
Alamat
E-mail :
smkn4_kendal@yahoo.co.id
8.
Guru dan Karyawan : 115 orang
a.
Guru PNS :
59 orang
b.
Guru Wiyata
Bhakti/GTT : 26 orang
c.
Karyawan PNS :
2 orang
d.
Karyawan
Kontrak Daerah : 1 orang
e.
Karyawan
Tidak Tetap :
17 orang
9.
Jumlah
Tenaga Kependidikan :
31 orang
10.
Jumlah
Peserta Didik/ Peserta Didik : 1060 orang
5
11.
Bidang
Keahlian :
3 (Tiga) Bidang Keahlian, yaitu:
a.
Bidang
Keahlian Teknik Informatika dan
Komunikasi
b.
Bidang
Keahlian Teknik mesin
c.
Bidang
Keahlian Budidaya Perikanan
12.
Kompetensi
Keahlian :
6 (enam) Kompetensi Keahlian, yaitu:
a.
Kompetensi
Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak
b.
Kompetensi
Keahlian Teknik Kendaraan Ringan
c.
Kompetensi
Keahlian Agribisnis Perikanan
d.
Kompetensi
Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan
e.
Kompetensi
Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan
f.
Kompetensi
Keahlian jasa Boga
13.
Aktivitas
Utama :
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok
Teknologi Industri
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas berkat limpahan rahmat yang
diberikan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas penyusunan Rencana Strategis 5 (lima) tahun ke depan
Rencana
strategis {Renstra} ini diharapkan menjadi acuan, pedoman dalam mengembangkan
dan mengaplikasikan berbagai program di SMK Negeri 4
Kendal kurun waktu 2011 s/d 2015, dalam rangka meningkatkan kualitas
lulusan sesuai dengan tuntutan zaman. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu
tujuan SMK adalah menyiapkan tenaga terampil tingkat menengah yang mandiri dan
unggul dalam menciptakan lapangan kerja sendiri dalam menunjang pembangunan.
Kepada semua pihak yang turut berperan dan
memberikan masukan dalam penyusunan rencana strategis ini, diucapkan terima kasih.
Martapura,
Agustus 2016
Kepala
Sekolah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PROFIL SEKOLAH
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Mandat
C.
Stakeholder
D.
Core Business
BAB II VISI, MISI DAN NILAI-NILAI
A.
Visi
B.
Misi
C.
Nilai-Nilai
BAB III LINGKUNGAN STRATEGIS
A.
Lingkungan Strategis Internal
B.
Lingkungan Strategis Ekternal
C.
Faktor Penentu
Keberhasilan
BAB IV TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGIS
A.
Tujuan
B.
Sasaran
C.
Strategi (Kebijakan, Program dan Kegiatan)
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
BeIakang
Rencana strategic ini merupakan suatu proses secara sistimatis dan
berkelanjutan serta pembuatan keputusan yang beresiko dengan memanfaatkan
sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif mengorganisasi secara sistematis
usaha-usaha dalam melaksanakan keputusan tersebut dan hasilnya dapat diukur
melalui umpan balik yang terorganisasi dan sitimatis
Rencana Strategik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil
yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan dengan memperhitungkan
kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang ada dan mungkin akan timbul. Rencana strategik mengandung vlsi, misi, tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai.
A.
Mandat
SMK Negeri 4 Kendalsebagai salah satu lembaga pendidikan,
memiliki mandat untuk melaksanakan operasional pendidikan dan pelatihan tingkat
menengah kejuruan sebagaimana tersurat dan tersirat dalam mandat formal dan
mandat informal.
Mandat formal adalah mandat yang harus dilakukan oleh SMK Negeri 4
Kendal yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan sebagai payung
hukum dan aturan pelaksana dalam bentuk PP, Permendiknas dan Keputusan.
Mandat informal adalah mandat yang berasal dari stakeholder baik
eksternal maupun internal yang tidak tertuang dalam peraturan-peraturan tetapi
dalam bentuk norma-norma. Mandat menegaskan apa yang harus dilakukan oleh SMK
Negeri 4
Kendalberdasarkan tuntutan stakeholder internal dan eksternal yang
selanjutnya digunakan sebagai landasan bagi SMK Negeri 4
Kendaldalam menyusun visi dan misi ke depan.
1.
Mandat Formal
a.
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
b.
Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
c.
Undang-Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah;
d.
Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990 tentang Pendidikan
Menengah;
e.
Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 1992 tentang Peran Serta
Masyarakat Dalam Pendidikan Nasional;
f.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Pendidikan Nasional Pendidikan;
g.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan
Agama dan Pendidikan Keagamaan;
h.
Peraturan Presiden Nomor 108 tahun 2007 tentang Tunjangan
Kependidikan;
i.
Keputusan Menpan Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kredit;
j.
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002
tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
k.
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
l.
Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru;
m.
Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
n.
Permendiknas Nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga
Administrasi Sekolah/Madrasah;
o.
Permendiknas Nomor 25
tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
p.
Permendiknas Nomor 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga
Laboraturium Sekolah/Madrasah;
q.
Permendiknas Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi
Akademik dan Kompetensi Konselor;
r.
Permendiknas Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
s.
Permendiknas Nomor 10 tahun 2011 tentang Sertifikasi bagi
Guru dalam
2.
Mandat Informal
a.
Harapan dari Masyarakat/Masyarakat tua Siswa
Harapan masyarakat/Masyarakat tua siswa terhadap SMK Negeri 4
Kendalantara lain agar SMK Negeri 4
Kendaldapat menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang Unggul
dalam pengamalan imtaq dan berakhlak mulia serta memiliki keterampilan
kejuruan.
b.
Dunia Usaha dan Dunia Industri
Komitmen DU/DI terhadap SMK tertuang dalam Keputusan
Bersama Mendikbud dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Nomor : 233 tahun
1993 tentang Pembentukan Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN), Majelis
Pendidikan Kejuruan Propinsi (MPKP), Majelis Sekolah dan Kerjasama antar SMK
dengan Dunia Usaha sebagai Institusi pasangan.
c.
Harapan dari Siswa
Peserta didik secara moral mengharapkan dan
menggantungkan cita-citanya kepada SMK Negeri 4
Kendaluntuk dibimbing, dibina, dilatih dan dididik baik pengetahuan,
keterampilan maupun akhlaknya agar menjadi SDM yang dapat diterima di dunia kerja
sebagai tenaga kerja, atau berwirausaha atau melajutkan ke pendidikan yang
lebih tinggi sesuai dengan cita-citanya.
d.
Harapan Masyarakat di sekitar Sekolah
Harapan masyarakat sekitar terhadap SMK Negeri 4
Kendalantara lain agar SMK Negeri 4
Kendalmenjadi pusat pelayanan pendidikan dan pengembangan bisnis dan
manajemen, TIK dan Tata Busana dan dapat melayani pendidikan bagi masyarakat
sekitar.
e.
Warga Sekolah
Harapan warga sekolah terhadap SMK Negeri 4
Kendaladalah agar dapat menjadi sekolah unggulan yang berwawasan Imtaq
akhlak mulia, Iptek dan keterampilan kejuruan menuju sekolah berstandar
Nasional dan Internasional.
B.
Stakeholder
SMK Negeri 4
Kendaldalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh berbagai pihak yang disebut
stakeholder antara lain :
a.
Direktur pembinaan SMK, Depdiknas Pusat
dengan leading sektor Pendidikan Menengah Kejuruan dalam memberikan
kebijakan-kebijakan pokok pengembangan SMK, bimbingan, pembinaan, pengawasan,
pelatihan dan bantuan untuk pengembangan SMK Negeri 1 Martapura.
b.
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan
Selatan dengan leading sektor Bidang Pembinaan Pendidikan Kejuruan dalam hal
memberikan kebijakan-kebijakan teknis dalam pengelolaan SMK, bimbingan,
pembinaan, pengawasan, pelatihan dan bantuan bagi pengembangan SMK Negeri 1
Martapura.
c.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dengan
leading sektor Sub Dinas Pendidikan Menengah dan Sub Dinas Sarana dan Prasarana
dalam hal memberikan bimbingan, pembinaan, pengawasan dan bantuan bagi
pengembangan SMK Negeri 4 Kendaluntuk mewujudkan SMK Negeri 4
Kendalmenuju SMK yang bertaraf Nasional dan Internasional.
d.
Komite Sekolah dan Masyarakat memiliki
peranan yang sangat penting bagi kemajuan SMK Negeri 4
Kendaldalam hal : memberikan motivasi
C.
Core
Business
1.
Core Business Reguler
Core
Business Reguler adalah merupakan upaya-upaya inti rutinitas dan pengembangan
program yang dilakukan SMK Negeri 4 Kendalsesuai dengan tugas dan fungsinya dalam
melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan program studi keahlian Administrasi
Perkantoran, Akuntansi, Pemasaran, Multimedia, Tata Busana dan Teknik Komputer
dan Jaringan.
Yang
menjadi core business program reguler SMK Negeri 4
Kendaladalah sebagai berikut :
Jenis Produk
dan Jasa
|
Produk yang
ditawarkan
|
Provider
|
Standar
Measure
|
Core Business
|
1. Kompetensi Keahlian : Administrasi Perkantoran
|
Tenaga terampil di bidang Administrasi
Perkantoran
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1. Kerjasama dengan kolega dan pelanggan
2. Mengikuti Prosedur K3
3. Berkomunikasi melalui Telepon dan Faximile.
4. Melakukan Prosedur Administrasi
5. Menggunakan peralatan kantor
6. Event Organization
7. Mail Handling
8. Petty Cash
9. Ketrampilan Dasar Komunikasi
10. Memproses Transaksi Keuangan Kantor
|
Kompetensi Keahlian : Akuntansi
|
Tenaga terampil di bidang : Akuntansi
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1.
Mengelola
Administrasi pembelian dan kartu utang.
2.
Mengelola
Penerimaan Barang Supplies, Kartu Persedian Barang Supplies, Kartu Persediaan
Barang Dagang.
3.
Mengelola
Administasi Gudang.
4. Mengelola Kartu Aktiva tetap dan Adminsitrasi Pajak.
5. Mengelola Kartu Persediaan bahan baku dan barang
jadi.
6.
Mengelola
Administrasi Gaji dan Upah.
7.
Mengelola
Kartu Biaya Produksi.
Mengerjakan Siklus Akuntansi
Manufaktur
|
Kompetensi Keahlian : Pemasaran
|
Tenaga terampil di bidang : Pemasaran
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1. Melakukan Pelayanan Prima
2. Membuka dan mengelola Usaha Kecil
3. Menangani Surat Niaga dan Kearsipan
4. Melakukan Pengetikan
5. Melakukan Pemasaran Barang dan Jasa
6. Mengelola Adminsitasi Perpajakan.
7. Menggunakan mesin-mesin Bisnis
8. Menangani Koperasi
9.
Menangani
Asuransi
10. Pengelolaan Usaha
11. Mengelola Paket Penjualan
|
Kompetensi Keahlian : Multimedia
|
Tenaga terampil di bidang : Multimedia
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1.
Etimologi Multimedia
2.
Bagan alur
3.
Story board
4.
Periperal Multimedia
5.
Design Web
6.
Pengambilan gambar produksi
7.
Gambar Vektor
8.
Gambar Raster
9.
Animasi 2 Dimensi
10.animasi 3 Dimensi
11.Digital audio
12.Software Multimedia
13.Video editing/Visual
effect
14.Proposal
|
Kompetensi Keahlian : Tata
Busana
|
Tenaga terampil di bidang : Tata Busana
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1.
Melaksanakan
pelayanan prima dalam berbagai bidang usaha dan jasa barang
2.
Dapat memilih
dan memelihara tekstil untuk busana dan rumah tangga.
3.
Menggambar
busana dan desain hiasan
4.
Terampil
menghias kain dan menghias busana
5.
Dapat membuat
berbagai macam jenis busana/ pakaian
|
Kompetensi Keahlian : TKJ
|
Tenaga terampil di bidang : TKJ
|
Tamatan SMP/ sederajat
|
Standar Kompetensi dan Keahlian
Nasional Indonesia (SKKNI)
|
1. Menginstalasi PC
2. Mendiagnosa Permasalahan Pengoperasian PC dan
Periferal
3. Melakukan perbaikan dan atau setting ulang sistem PC
dan periferal
4. Melakukan Perawatan PC dan Periferal
5. Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI dan
berbasis text, serta menginstalasi software
Memback-up
dan merestore Data / Software
|
2. Core Business Program Ireguler
Core Business
program Ireguler adalah kegiatan usaha yang dilakukan di SMK Negeri 4
Kendalberupa pendidikan dan pelatihan penunjang untuk meningkatkan mutu
kompetensi tamatan pesserta didik.
Jenis Core
Business Ireguler yang dilaksanakan antara lain :
Jenis Produk
dan Jasa
|
Produk yang
ditawarkan
|
Provider
|
Standar
Measure
|
Core Business
|
1. Kantin Sekolah
|
Menyewakan kantin di
sekolah
|
Warga sekitar sekolah
|
1.
Menerima uang sewa kantin
|
|
2. Kursus Komputer
|
Mengoperasikan software komputer dan teknisi komputer
|
Siswa
Umum
|
1. Mengoperasikan
Microsoft Office
2. Mengoperasikan Design
Grafis
3. Mengoperasikan Design
Web
4. Mengoperasikan Software
Multimedia
5. Mengoperasikan
Software Animasi
6. Teknisi Komputer
7. Membangun LAN
8. Membangun WAN
|
|
3. Penjualan Sembako
|
Barang-barang kebutuhan
pokok
|
Siswa
Umum
|
1. Menjual barang-barang
kebutuhan pokok
|
|
4. Usaha jahit
|
Menerima jasa jahit
|
Siswa
Umum
|
1. Menerima jahitan
seragam sekolah
2. Menerima jahitan
pakaian kerja
3. Menerima jahitan
pakaian sehari-hari
4. Menerima menghias jilbab
|
1.
Menyelenggarakan pendidikan
dan pelatihan yang berkualitas
2.
Memberdayakan seluruh potensi yang ada di SMK
Negeri 4
Kendalsecara efektif dan efesien
3.
Memberi arah dan target yang akan dicapai dalam
Sekolah
4.
Melaksanakan kegiatan pembinaan staf
5.
Memperkuat kemampuan sumber daya manusia
6.
Membangun organisasi dan
manajemen yang handal
7.
Menyediakan fasilitas
sesuai dengan standar kerja
- Manfaat
1.
Manfaat yang diharapkan
dari renstra ini adalah
a.
Bagi SMK, merupakan acuan
penyusunan kebijakan yang harus diambil dalam dunia pendidikan yang akan
menentukan wilayah pendidikan lima tahun mendatang
b.
Bagi kalangan dunia
usaha-dunia industri maupun stakeholder lainnya adalah sebagai peluang
komunikasi yang intensif sehingga terwujud kerjasam yang saling menguntungkan
c.
Bagi Masyarakat tua siswa,
memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif terhadap penentu
kualitas pendidikan di SMK.
BAB II VISI, MISI, NILAI DAN BIDANG GARAPAN
A.
Visi
Menjadi pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan terpadu yang berlandaskan Imtaq dan Berakhlak Mulia, berwawasan
lingkungan, unggul dalam Iptek, serta
berstandar Nasional/Internasional.
Terdapat 6 (enam)
kata kunci yang dijadikan elemen sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian
visi dimaksud. Kelima kata kunci tersebut secara operasional dapat diuraikan
maknanya sebagai berikut :
Kata kunci pertama
adalah terpadu. Kata ini memiliki
makna bahwa SMK Negeri 4 Kendalhendaklah dijalankan dengan
memberdayakan segala sumber yang dimilikinya secara terpadu dalam berbagai
kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakannya mulai dari mendapatkan
input, memperoses input yang telah diperoleh hingga output yang dihasilkan dari
proses yang telah dilaksanakan. Selain itu, terpadu juga dapat dimaknai sebagai
sebuah kondisi dimana SMK Negeri 4 Kendaldiarahkan menjadi sebuah lembaga
pendidikan dan pelatihan kejuruan yang memadukan berbagai kelompok atau bidang
keahlian yang dilaksanakannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara umum
dan kebutuhan dunia kerja dan industri dalam konteks mikro. Konsekwensi logis
dari pengimplementasian salah satu bagian dari visi yang dicanangkannya adalah
adanya berbagai usaha dari penyelenggara sekolah SMK Negeri 4
Kendalmulai dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Komite Sekolah, Orang
Tua Siswa dan Kelompok Masyarakat yang terlibat di dalamnya untuk mengadakan
dan menggunakan sumberdaya (man, money, matter dan method) secara
tepat dan proporsional untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang
dibutuhkan oleh mayarakat pada umumnya serta dunia usaha dan industri pada
khususnya tanpa harus terikat dengan pengelompokan SMK teknologi dan non
teknologi.
Kata kunci kedua
adalah Imtaq. Kata ini memberi makna bahwa setiap elemen yang terlibat dalam
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di SMK Negeri 4
Kendalmulai dari Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, Guru, Tata Usaha,
Orang Tua Siswa hingga Siswa-Siswi di
sekolah tersebut dituntut untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan selalu menjalan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Kata kunci yang
ketiga adalah Akhlak Mulia. Kata ini
dipilih menjadi salah satu ruh dari visi SMK Negeri 4
Kendal2011-2015 dengan maksud bahwa pada akhir tahun 2015 SMK Negeri 4
Kendaltelah mampu menempatkan diri tidak hanya sebagai sebuah lembaga
pendidikan di mana para siswa-siswinya dididik dan dilatih untuk menjadi
tenaga-tenaga terampil yang siap kerja di berbagai sektor dunia usaha dan
industri tetapi lebih jauh daripada itu, sekolah tersebut harus mampu
berevolusi untuk menjadi sebuah komunitas
pembelajaran bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya mulai dari kepala
sekolah, ketua dan anggota komite sekolah, para guru, karyawan, orang tua siswa
hingga siswa-siswi di sekolah tersebut dengan
menerapkan pendidikan karakter bangsa. Dengan demikian, kultur yang tampak
ketika visi ini dapat dicapai adalah terwujudnya warga sekolah yang berakhlak
mulia yang tercermin dalam sikap ikhlas, jujur, tanggung jawab, adil,
toleransi, percaya diri, pantang menyerah, santun, disiplin, rendah hati, kasih
sayang, berpikir positif, pengendalian emosi, kreatif, kerja keras dan
kerjasama.
Kata kunci keempat
adalah Wawasan Lingkungan. kegiatan
yang dilakukan untuk merawat dan memelihara lingkungan sehingga menjadikan
lingkungan yang bersih, indah, rapih dan nyaman. Pengelolaan lingkungan adalah
suatu kegiatan yang dilakukan untuk menata dan melestarikan lingkungan sesuai
dengan prosedur yang telah ditentukan, sehingga akan menghasilkan lingkungan
yang kondusif, strategis, nyaman dan asri yang pada akhirnya dapat menjadi
sekolah Adiwiyata mandiri.
Kata kunci kelima
adalah unggul dalam Iptek. Secara
harfiah unggul dimaknai sebagai sebuah kondisi di mana sesuatu lebih baik atau
lebih utama daripada yang lainnya. Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan di lingkup SMK Negeri 1 Martapura, pengejawantahan salah satu bagian
dari visi yang telah dicanangkannya tersebut memberi dampak pada adanya kondisi
di mana pelaksanaan seluruh kegiatan baik pada fase pemerolehan input,
aktualisasi proses maupun pemerolehan output pendidikan dan pelatihan yang
dilaksanakannya lebih baik atau utama daripada SMK lainnya di Kabupaten Banjar.
Karena keutamaan tersebut, dalam fase pemerolehan input pendidikan dan
pelatihan yang akan dilaksanakanya, para calon siswa baru sebagai salah satu
input penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan misalnya, hendaknya menempatkan
SMK Negeri 4 Kendalsebagai pilihan utama dan pertama
mereka sebagai tempat dimana mereka memperoleh pendidikan dan pelatihan.
Dalam tataran
proses, kata unggul yang dimaknai
lebih baik atau utama daraipada yang lainnya hendaknya bisa mewarnai seluruh
rangkaian kegiatan belajar dan mengajar yang dilaksanakan di SMK Negeri 1
Martapura. Hal ini memberi makna bahwa setiap pelaksanaan strategi, metode atau
pendekatan dalam kegiatan belajar dan mengajar hendaknya memiliki nilai tambah
yang lebih baik dan up-to-date bila
dibandingkan dengan strategi, metode atau pendekatan yang digunakan dalam
kegiatan belajar dan mengajar di sekolah-sekolah swasta lainnya di Kabupaten
Banjar. Sedangkan dalam tataran output, kata unggul hendaklah tercermin tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan,
teknologi dan keterampilan (iptek) yang dikuasai oleh peserta dididik dan
personil penyelenggara sekolah tetapi juga keimanan dan ketakwaan yang
dimilikinya.
Kata kunci keenam
adalah berstandar nasional/internasional.
Kata ini memberi makna bahwa setiap sumber daya manusia yang terlibat dalam
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di SMK Negeri 4
Kendaldituntut untuk mampu memiliki wawasan atau cara pandang yang luas
yang dapat minimal difahami oleh berbagai komunitas tidak hanya pada skala
lokal, nasional tetapi juga internasional. Dengan demikian, sumber daya
tersebut, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa dan personil lainnya yang
terlibat secara langsung dalam proses pendidikan dan pelatihan di lingkup SMK Negeri
4
Kendalhendaknya memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi dan
berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat baik dalam tataran lokal,
nasional maupun internasional.
B.
Misi
- Menumbuhkan semangat pengamalan imtaq dan
berakhlak mulia
2.
Menjadi teladan untuk mengamalkan akhlak mulia
3.
Mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan
4.
Mencegah perusakan
lingkungan
5.
Melindungi dan melestarikan lingkungan
6.
Melaksanakan
pembelajaran secara efektif dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan
7.
Menanamkan jiwa kewirausahaan /enterpreneur
8. Melaksanakan pengelolaan sekolah berstandar Nasional /
Internasional
C.
Nilai-Nilai
1. Unggul dalam pengamalan imtaq dan berakhlak mulia
2. Cinta lingkungan
3. Unggul dalam keterampilan kejuruan
4. Unggul dalam berkarya
5. Unggul dalam prestasi akademik
6. Unggul dalam prestasi non akademik
7. Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan teknologi
D. Bidang Garapan
1.
Standar Isi
2.
Standar Proses
3.
Standar Kompetensi Lulusan
4.
Standar Pendidik dan Tenaga
5.
Standar Sarana dan
Prasarana
6.
Standar Pengelolaan
7.
Standar Pembiayaan
8.
Standar Penilaian
Pendidikan
BAB III
ANALISIS SWOT
RENCANA STRATEGIK SMK NEGERI 1 MARTAPURA
Tahun 2011 - 2015
NO
|
KOMPONEN/INDIKATOR
|
KEKUATAN
(S)
|
KELEMAHAN
(W)
|
STRATEGI
PEMECAHAN
|
PELUANG
(O)
|
ANCAMAN
(T)
|
STRATEGI PEMECAHAN
|
1.1.1.
|
Pengembangan
kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun
BSNP.
|
·
Adanya SK TPK
·
Adanya Kurikulum SMK Negeri 4
Kendal(KTSP)
|
·
Ada sebagian guru masih belum memahami kurikulum
(dokumen kurikulum) yang telah disusun
·
Kurikulum
belum tersosialisasikan kepada semua komponen sekolah secara maksimal
|
·
Melaksanakan IHT penyusunan pengembangan
kurikulum
· sosialisasi kurikulum kepada semua warga
sekolah, komite sekolah dan wali murid
|
Adanya
buku panduan penyusunan kurikulum dari BSNP
|
1.
Peraturan pemerintah yang terus berubah
2.
Kegiatan di lembaga diklat dan MGMP menunggu
waktu dan proses yang cukup lama
|
Mensosialisasikan
kurikulum kepada stakeholder
|
1.1.2.
|
Kurikulum
dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan sosial
masyarakat, kondisi
budaya, usia peserta didik, dan
kebutuhan pembelajaran.
|
1.
Struktur kurikulum dimasukan muatan lokal
2.
Memiliki silabus muatan lokal
3.
Pendidikan karakter bangsa sudah
diintegrasikan pada setiap mata pelajaran
|
1.
Komite sekolah dan orang tua siswa belum
memahami sepenuhnya tentang pendikar
|
Mensosialisasikan
pendidikan karakter dan budaya bangsa
kepada komite sekolah dan orang tua siswa
|
1. Perda
no 3 tahun 2010 tentang pembelajaran pendidikan Al Qur’an
2. Pendidikan
Karakter dan Budaya Bangsa ( Inpres No 1 tahun 2010 )
|
Adanya
perda tidak diikuti dengan menyediakan SDM
|
Mengusulkan
kepada Disdik untuk menambah guru Pendidikan Al-Qur’an
|
1.1.3.
|
Kurikulum
telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan
pengayaan bagi siswa
|
1.
Konten struktur kurikulum terdiri dari
Normatif, Adaftif, Produktif, dan Muatan Lokal, serta Pengembangan Diri
2.
Jadwal pembelajaran disusun sesuai dengan
jumlah pembelajaran dan kompetensi guru
|
1.
Sulitnya kegiatan pengayaan, perbaikan, dan
percepatan dilaksanakan pada hari efektif/jam pembelajaran efektif
|
Menyusun
program tambahan jam pembelajaran, di luar
jam efektif
|
Banyaknya
waktu yang tersedia untuk siswa adalah di rumah (diluar jam sekolah)
|
Kurangnya
kontrol orang tua siswa terhadap kemajuan belajar siswa di sekolah
|
1.
Memberikan pengarahan kepada orang tua siswa
pada saat pertemuan dengan komite
2.
Pemberiam tugas siswa/PR harus diketahui oleh
orang tua siswa
3.
Mengkordinasikan kemajuan akademik siswa dengan orang tua
|
1.2.1.
|
Sekolah
menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan
pengembangan pribadi peserta didik.
|
1. Adanya
guru BP/ BK dengan jumlah yang memadai
2. Tersusun
dan tersedianya program bimbingan konseling siswa
|
1.
Sebagai bagian tugas dan tanggungnya, wali
kelas, kurang memberikan bimbingan awal
|
1.
Meningkatkan dan mengembangkan sinergisitas
antara wali kelas dan guru BP/BK
2.
Meningkatkan peran serta orang tua dalam
bimbingan konseling
|
1.
Pengaruh perkembangan kepribadian siswa lebih
banyak dipengaruhi oleh lingkungan di luar sekolah
|
1.
Masih adanya orang tua siswa kurang peduli
terhadap perkembangan kepribadian anaknya
2.
Pengaruh lingkungan luar (masyarakat, media)
|
1.
Memberikan pengarahan kepada orang tua siswa
pada saat pertemuan komite
2.
Mengundang orang tua kepada siswa yang
bemasalah
3.
Bekerjasama dengan pihak terkait (penyuluhan)
|
1.2.2.
|
Sekolah
menyediakan kegiatan ekstrakurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan
pribadi peserta didik.
|
1. Tersedianya
jenis kegiatan ekstrakurikuler; Pramuka,
Kesenian , Olahraga, Sispala, UKS, PMR, Debat
2. Tersusunnya
rencana dan jadwal kegiatan
ekstrakurikuler
|
1.
Terkendalanya waktu dan jauhnya jarak antara
rumah siswa dengan sekolah
|
1.
Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan secara
serentak dengan hari dan waktu yang lebih fleksibel
|
1.
Pramuka Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Mapala
|
1.
Tidak semua jenis kegiatan ekstrakurikuler
diperlombakan antar sekolah
2.
Persaingan antar sekolah
|
1.
Merekrut pelatih yang kompeten
2.
Mengadakan kerjasana antar sekolah untuk
melaksnakan kegiatan lomba yang tidak
dilombakan
3.
Memberikan penghargaan kepada mereka (guru,
siswa) yang berprestasi
|
Bidang Garapan : Standar Proses
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
2.1.1.
|
Silabus
dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL),
dan panduan KTSP.
|
·
Adanya
Kelengkapan jumlah silabus
|
·
Belum semua guru mampu mengembangkan silabus
|
·
Mengadakan IHT untuk menyusun silabus
|
·
Adanya
acuan Pengembangan Silabus
|
·
Seringnya ada perubahan kebijakan pemerintah tentang
pendidikan
|
·
Membuat program pengembangan kurikulum setiap
tahun
|
2.1.2.
|
Pengembangan
Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok
|
· Adanya guru pada tiap mata pelajaran
|
·
Belum semua guru mampu mengembangkan silabus
|
·
Mengadakan IHT untuk menyusun silabus
|
· Adanya MGMP
|
·
Tidak semua mata pelajaran memiliki MGMP
·
Program MGMP belum tersusun dengan jelas
|
·
Membentuk MGMP dengan Kab/kota terdekat
|
2.2.1.
|
Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip
perencanaan pembelajaran.
|
· Adanya guru pada tiap mata pelajaran
|
·
Belum semua guru mampu mengembangkan RPP
sesuai dengan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran
|
·
Mengadakan IHT untuk menyusun RPP
|
· Adanya MGMP
|
·
Tidak semua mata pelajaran memiliki MGMP
·
Program MGMP belum tersusun dengan jelas
|
·
Membentuk MGMP dengan Kab/kota terdekat
|
2.2.2.
|
RPP
memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat,
bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar,
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma,
nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik
|
· Adanya guru pada tiap mata pelajaran
|
·
sekolah belum menyediakan failitas untuk siswa
yang berkebutuhan khusus dan belum ada program percepatan belajar
|
·
mempelajari kemungkinan untuk menyediakan
pelayanan bagi siswa yang berkebutuhan khusus dan program percepatan belajar
|
· adanya buku panduan
|
·
belum tersedianya buku panduan yang secara
lengkap memberikan contoh penyusunan RPP sesuai indicator tsb
|
·
menggali informasi melalui internet untuk
mencari contoh penyusunan RPP yang lengkap
|
2.3.1.
|
Siswa dapat
mengakses buku panduan , bku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar
lain selain buku pelajaran dengan mudah.
|
•
Adanya
buku teks
•
Adanya
Sumber belajar lain ( Buku panduan, Buku pengayaan, Buku Referensi dan suber
lainnya )
•
Adanya
sumber belajar di Perpustakaan
•
Sumber
belajar lain ( Lab multimedia, lingkungan )
|
•
Penentuan buku teks belum melalui rapat guru
dan komite
•
Rasio
buku dan siswa belum 1 : 1
|
·
Mengadakan rapat dengan guru dan komite untuk
menentukan buku teks
·
Mengusahakan penambahan buku untuk memenuhi
rasio 1:1 melalui dana komite
|
· Adanya bantuan buku dari Dinas Pendidikan
Propinsi
|
·
Bantuan buku masih kurang baik dalam jumlah
maupun judul buku
|
·
Membuat proposal permintaan buku teks
|
2.3.2.
|
Guru menggunakan
buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain
buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi
peserta didik
|
• Tersedianya buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain
selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan
memotivasi peserta didik
|
•
Hanya sebagian kecil guru yang rajin
mengunjungi perpustakaan
•
Tidak semua guru dapat memanfaatkan internet
dan sumber belajar lain untuk pembelajaran
|
·
Memotivasi guru agar rajin mengunjungi
perpustakaan
·
Mengadakan IHT tentang cara pemanfaatan
internet dan sumber belajar lain untuk pembelajaran
|
· Adanya internet
|
·
Belum lancarnya program Jardiknas
|
·
Membuat jaringan intranet yang berisi sumber
belajar di sekolah
|
2.4.1
|
Para guru
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang
interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup
|
• Sebagian besar guru sudah melaksanakan
tugas mengajar dengan baik
|
•
Bagi sebagian guru, RPP hanya digunakan untuk
kelengkapan administrasi, tidak digunakan untuk melaksanakan pembelajaran
|
·
Mengadakan IHT untuk menyusun RPP agar dapat
digunakan untuk melaksanakan pembelajaran
|
· Adanya pengawas
|
·
Frekuensi kehadiran pengawas untuk supervise
masih sangat kurang
|
·
Memaksimalkan supervise pembelajaran oleh
kepala sekolah
|
2.4.2.
|
Para peserta didik
memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi,
serta mendapatkan konfirmasi.
|
• Sebagian besar guru sudah melaksanakan
tugas mengajar dengan baik
|
•
Sebagian besar guru masih melaksankan
pembelajaran dengan cara konvensional
|
·
Mengikutkan guru untuk mengikuti pelatihan
model-model pembelajaran
|
· Adanya lembaga diklat (LPMP, P4TK dll)
|
·
Pemanggilan diklat untuk metode dan model
pembelajaran masih sangat sedikit
|
·
Mengusulkan diklat model dan metode
pembelajaran bagi guru
·
Mengadakan IHT untuk model dan metode
pembelajaran
|
2.5.1
|
Supervisi dan
evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
|
• Adanya Perencanaan Supervisi pembelajaran
.
• Penyampaian hasil supervisi
• Tindak lanjut.
|
•
Pelaksanaan supervise oleh kepala sekolah
kurang maksimal, karena banyaknya tugas lain yang dikerjakan olek kepala
sekolah
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
· Adanya pengawas
|
·
Jumlah
pengawas bidang studi masih kurang dan belum memenuhi semua bidang studi
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
2.5.2.
|
Supervisi dan
evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh
Kepala Sekolah dan Pengawas
|
• Adanya Perencanaan Supervisi pembelajaran
.
• Penyampaian hasil supervisi
• Tindak lanjut.
|
•
Pelaksanaan supervise oleh kepala sekolah
kurang maksimal, karena banyaknya tugas lain yang dikerjakan olek kepala
sekolah
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
· Adanya pengawas
|
·
Jumlah
pengawas bidang studi masih kurang dan belum memenuhi semua bidang studi
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
Bidang Garapan : Standar Kompetensi Lulusan
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
3.1.1.
|
Peserta
didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang
ditetapkan SKL.
|
• Pencapaian nilai KKM meningkat setiap
tahunnya
• Nilai rata-rata mengalami kenaikan
• Rata-rata nilai hasil ujian mengalami peningkatan
setiap tahunnya
|
Peserta
didik lebih berkosentrasi dengan mata pelajaran yang di UN kan
|
Memotivasi
siswa agar berkonsentrasi ke semua mata pelajaran
|
·
Adanya beasiswa daerah (Propinsi dan
Kabupaten) yang dapat memotivasi siswa
|
·
Pelaksanaan UN yang belum sepenuhnua jujur
|
Terus
meningkatkan kemampuan siswa
|
3.1.2.
|
Peserta
didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri
|
• tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik
bervariasi
• Volume tugas yang telah dikerjakan terus
meningkat
• Peningkatan nilai tugas belajar mandiri
• sumber belajar yang digunakan bervariasi
|
•
Frekuensi
Pemanfatan sumber belajar masih kurang
•
Masih
belum ada Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
•
Jumlah
Kelompok Belajar Bahasa Asing masih sangat sedikit
|
•
Memotivasi siswa untuk lebih banyak
memanfaatkan sumber belajar
•
Membentuk kelompok belajar dan KIR
•
Menambah jumlah Kelompok belajar bahasa asing
|
·
Adanya sumber belajar di Internet yang cukup
menarik
|
·
Jaringan internet yang masih kurang lancar
|
Menambah
bandwith internet
|
3.1.3.
|
Peserta
didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi
|
• Adanya Jenis layanan program konseling
• Keterlaksanaan layanan program konseling
• Adanya berbagai Jenis kegiatan
ekstrakurikuler
• Terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler
|
• Pemanfaatan lingkungan yang masih kurang
•
Pelaksanaan
pekan bahasa, pentas seni-budaya, pameran, dan hasil karya yang masih kurang
|
•
Meningkatkan pemanfaatan lingkungan
•
Lebih sering melaksanakan pecan bahasa, pentas
seni dll
|
·
Adanya pameran pendidikan setiap tahun
|
·
Kurangnya stand pameran untuk dapat menampung
hasil karya siswa SMK
|
Membuat
permohonan untuk penambahan stand pameran khusus SMK
|
3.2.1.
|
Sekolah
mengembangkan kepribadian peserta didik
|
• Adanya program pengembangan kepribadian
peserta didik
• kegiatan pengembangan kepribadian peserta
didik bervariasi
• Pelaksanaan pengembangan kepribadian
peserta didik (integrasi dalam mata/berdiri sendiri)
• kegiatan pengembangan kepribadian peserta
didik sudah terlaksana
|
• Nilai/Hasil pengembangan kepribadian
peserta didik belum maksimal/obyektif
|
•
Membuat panduan penilaian program pengembangan
kepribadian peserta didik
|
·
Adanya masyarakat yang membantu program
pengembangan kepribadian peserta didik
|
·
Belum ada dukungan dana dari pemerintah untuk
menunjang kegiatan pengembangan kepribadian peserta didik
|
Mengalokasikan
dana pengembangan kepribadian melalui komite sekolah
|
3.2.2
|
Sekolah
mengembangkan keterampilan hidup
|
• Adanya mata pelajaran Mulok (Pendidikan Al
Qur’an)
• Adanya kegiatan praktik kewirausahaan
• Adanya kegiatan praktik kejuruan
|
Belum maksimalnya kegiatan praktik
kewirausahaan untuk mengembangkan keterampilan hidup
|
Memaksimalkan
peran siswa dalam praktik kewirausahaan
|
Kurangnya
pemahaman orang tua siswa tentang praktik kewirausahaan
|
Belum
ada pemasok yang dapat digunakan sebagai mitra untuk praktik kewirausahaan
|
Mencari
pemasok yang dapat diajak kerja sama untuk praktik kewirausahaan
|
3.2.3
|
Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama,
budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima
|
• Penerapan
pendidikan karakter di sekolah
|
Belum semua siswa dan guru memahami
penerapan pendidikan karakter
|
•
Mensosialisasikan pendidikan karakter kepada
guru, siswa dan orang tua siswa
•
Mengintegrasikan pendikar ke dalam setiap mata
pelajaran
|
Adanya
Puskurbuk yang mendampingi penyusunan kurikulum berbasis pendikar
|
Pengaruh
perkembangan tehnologi yang kuat
|
Bekerjasama
antara sekolah orang tua, masyarkat dan pemerintah untuk menerapkan pendikar
|
Bidang Garapan : Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
4.1.1.
|
Jumlah
pendidik memenuhi standar.
|
·
Adanya 43 guru PNS
·
Adanya 16 Guru
honorer
|
Masih
kurang jumlah guru PNS
|
Mengusulkan
ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan BKD untuk penambahan guru PNS
|
Adanya
formasi PNS
|
Kurangnya
kerja sama antara Diknas Pendidikan dan BKD dalam pemenuhan kebutuhan guru
PNS
|
Membuat
usulan penambahan guru melalui Diknas dan BKD secara langsung
|
4.1.2
|
Jumlah tenaga kependidikan memenuhi standar
|
· Adanya 3 orang
tenaga kependidikan PNS
· Adanya 9 orang
tenaga kependidikan honorer
|
· Masih
kurangnya jumlah tenaga kependidikan PNS
· Belum
adanya kepala Tata Usaha
|
Mengusulkan
ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan BKD untuk penambahan Tenaga Kependidikan
PNS
|
Adanya
formasi PNS
|
Kurangnya
kerja sama antara Diknas Pendidikan dan BKD dalam pemenuhan kebutuhan TK PNS
|
Membuat
usulan penambahan TK melalui Diknas dan BKD secara langsung
|
4.2.1
|
Kualifikasi pendidik memenuhi standar
|
· Adanya 2 orang
guru berijasah S-2, 48 orang guru berijasah S-1, 10 orang guru belum S-1 dan
32 orang guru sudah tersertifikasi pendidik
|
· Masih
ada 10 orang guru belum berijasah S-1
|
memberikan motivasi kepada 10 guru yang
belum berkualifikasi S-1 untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S-1 (sekarang sebagian
masih dalam proses kuliah)
|
Adanya
PT/PTS yang sudah terakreditasi yang berlokasi tidak jauh dari kabupaten
Banjar
|
Mahalnya
biaya pendidikan
|
Mencarikan
beasiswa
|
4.2.2
|
Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi
standar
|
· Adanya 3 orang
tenaga kependidikan PNS (1 orang S-1 dan 2 orang SLTA)
· Adanya 9 orang
tenaga kependidikan honorer (7 orang SLTA dan 2 orang SLTP)
|
· Belum
adanya tenaga kepala Administrasi
· Masih
ada yang berpendidikan di bawah SLTA
|
Mengusulkan penempatan tenaga kepala
administrasi
|
Adanya
formasi PNS
|
Kurangnya
kerja sama antara Diknas Pendidikan dan BKD dalam pemenuhan kebutuhan guru
PNS
|
Membuat
usulan penambahan guru melalui Diknas dan BKD secara langsung
|
4.3.1
|
Kompetensi pendidik memenuhi standar
|
· Kompetensi Kepala Sekolah di sekolah kami sudah memiliki
: Kompetensi
Kepribadian, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi
Sosial dan Kompetensi Supervisi
· Kompetensi Pendidik di sekolah kami sudah memiliki
: Kompetensi
Paedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial
|
· Kompetensi
supervise kepala sekolah belum maksimal
· Kompetensi
paedagogik dan professional guru masih belum maksimal
|
· Mengikuti pelatihan kepala sekolah khusus
untuk kompetensi supervise
· Mengikutkan guru untuk pelatihan yang
berkaitan dengan paedagogik dan profesionalisme guru
|
Adanya
lembaga Diklat
|
Terbatasnya
pemanggilan peserta diklat
|
Mengusulkan
diklat
|
4.3.2
|
Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi
standar
|
· Tenaga
kependidikan di sekolah kami memiliki : Kompetensi
Manajerial, Kompetensi Pengelolaan
informasi, Kompetensi Kependidikan, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi
Sosial
|
Di sekolah kami perlu meningkatkan
Kompetensi Kompetensi Kependidikan, Kompetensi Manajerial dan Pengembangan
Profesi bagi tenaga kependidikan
|
· Meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan
melalui diklat
|
Adanya
lembaga Diklat
|
Terbatasnya
pemanggilan peserta diklat
|
Mengusulkan
diklat
|
Bidang Garapan : Standar Sarana dan Prasarana
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
5.1.1
|
Sekolah
memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan
untuk sistem ventilasi, dan lainnya
|
·
Sertifikat tanah
·
IMB
·
Daftar jumlah rombel
·
Daftar jumlah siswa
· Kartu
Inventaris Barang (KIB) A. Tanah
· Kartu
Inventaris Barang (KIB) C. Gedung dan Bangunan
|
1. Sekolah kami tidak memiliki Laboratorium
IPA, Ruang Guru, Ruang Sirkulasi, laboratorium
multimedia, Luas bengkel hanya 42 m2 seharusnya 120 m2, ruang khusus untuk
Jaringan Komputer dan aula
|
· Membuat
proposal usulan penambahan ruang
|
·
Adanya Diknas Propinsi, Kabupaten dan Dit PSMK
|
·
Terbatasnya alokasi dana pendidkan
|
Mengalokasikan
pada Rencana Anggaran Komite Sekolah
|
5.1.2
|
Sekolah
memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar
|
·
Adanya jumlah siswa di setiap rombel dan
setiap kompetensi keahlian
|
Belum
meratanya jumlah siswa setiap rombel dan kompetensi keahlian
|
· mempromosikan kompetensi keahlian yang
kurang peminat
|
·
Adanya alumni SMP
|
·
Persepsi masyarakat terhadap kompetensi
keahlian tertentu
|
Sosialisasi
bahwa setiap kompetensi keahlian memiliki keunggulan masing-masing
|
5.1.3
|
Sekolah
memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk
buku pelajaran
|
·
Adanya Ruang kelas
·
Adanya Perpustakaan
·
Adanya Ruang
praktik
·
Adanya Laboratorium Bahasa
|
· jumlah buku teks setiap mata pelajaran belummemenuhi
rasio 1 : 1
· buku pengayaan belum mencapai 870 judul
· buku referensi belum mencapai 30 judul
|
· membuat usulan penambahan buku ke diknas
propinsi
· mengalokasikan dana pada komite sekolah
|
·
Adanya Diknas Propinsi, Kabupaten dan Dit PSMK
|
·
Terbatasnya alokasi dana pendidkan
|
Mengalokasikan
pada Rencana Anggaran Komite Sekolah
|
5.2.1.
|
Pemeliharaan
bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar
|
·
Renstra
·
RAPBS
|
· Administrasi pemeliharaan belum tercatat
secara rapi
|
· Membuat administrasi pemeliharaan
|
·
Adanya petunjuk administrasi pemeliharaan
|
·
Terbatasnya tenaga kependidikan yang menangani
administrasi
|
Mengusulkan
penambahan tenaga kependidikan
|
5.2.2
|
Bangunan
aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada
peserta didik yang berkebutuhan khusus.
|
·
Adanya
lahan, Bangunan
dan Pagar
·
Adanya
lingkungan yang teduh dan sejuk serta sudah mendapat penghargaan sekolah
Adiwiyata tk propinsi (juara 2)
|
· Masih kurangnya kesadaran warga sekolah
untuk menjaga lingkungan
|
· Sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan
|
·
Adanya dukungan Pemda (BLH)
|
·
Terbatasnya dana untuk pemeliharaan lingkungan
|
Mengalokasikan
dana pemeliharaan lingkungan melalui komite sekolah
|
Bidang Garapan : Standar Pengelolaan
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
6.1.1.
|
Sekolah
merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan
pemangku kepentingan
|
Visi
dan Misi Sekolah selaras dengan visi dan misi Dinas Pendidikan Kabupaten
|
Visi
dan misi sekolah belum dipahami oleh semua warga sekolah dan pemangku
kepentingan
|
mensosialisasikan
Visi dan misi sekolah kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan
|
·
Adanya pemangku kepentingan
|
·
Tidak semua pemangku kepentingan sepaham
dengan visi dan misi sekolah
|
mensosialisasikan
Visi dan misi sekolah kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan
|
6.1.2
|
Pengelolaan
sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan,
dan akuntabilitas
|
•
RKS
mendapat persetujuan dan disahkan dinas pendidikan
•
RKS
dijadikan dasar penyusunan RKAS
•
RKS
dapat dibaca oleh pihak yang terkait. '
•
Pelaksanaan
RKS dilaporkan kepada pihak terkait
|
·
|
·
|
|||
6.2.1
|
Sekolah
merumuskan rencana kerja dengan
tujuan
yang jelas untuk peningkatan dan
perbaikan
serta disosialisasikan kepada warga
sekolah
dan pihak yang berkepentingan
|
•
Tujuan sekolah dirumuskan melalui rapat warga
sekaloah dan komite sekolah dan disosialisasikan kepada warga sekolah
|
·
|
·
|
|||
6.2.2
|
Sekolah
mensosialisasikan rencana kerja yang berbasis tujuan untuk peningkatan dan
perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan pihak-pihak yang
berkepentingan
|
Sekolah
kami sudah mensosialisasikan dokumen rencana kerja kepada semua warga sekolah
dan wali murid melalui rapat dinas dewan guru dan juga rapat komite sekolah
|
Sekolah
kami belum mengunggah Renstra di situs sekolah
|
Sekolah
kami perlu mengunggah Renstra di situs sekolah
|
·
Adanya internet
|
·
Terbatasnya bandwith yang dimiliki
|
penambahan
bandwith
|
6.3.1
|
Rencana Kerja
tahunan dinyatakan dalam
rencana kegiatan dan
anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan
rencana jangka menengah
(renstra)
|
•
Renstra SMK Negeri 4
Kendal2009-2013
•
Pedoman Mutu ISO 9001 ; 2008
•
RKS
Tahun 2011 / 2012
•
RKAS Tahun 2011/2012
|
Pelaksanaan
rencana kerja pada bidang tertentu belum maksimal
|
memaksimalkan
pelaksanaan rencana kerja
|
·
|
·
|
|
6.3.2
|
Sekolah
melakukan evaluasi diri terhadap kinerja
sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar. |
Adanya
EDS
|
pengisian
EDS belum maksimal
|
·
|
·
|
||
6.3.3
|
Sekolah
menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan
perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan
hasil belajar
|
•
Adanya indikator keberhasilan
•
Indikator keberhasilan kinerja
disosialisasikan kepada warga sekolah
•
Sekolah kami melakukan perbaikan berkelanjutan
(ISO 9001;2008)
|
•
penilaian kinerja warga sekolah masih DP-3 saja
|
melakukan
kinerja sekolah secara berkala dan berkelanjutan
|
·
|
·
|
|
6.4.1
|
Sekolah
mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan
dapat dipertanggungjawabkan
|
ICT
Center
|
Pengelolaan
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMPendik) belum maksimal
|
·
|
·
|
||
6.4.2
|
Sekolah
menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diakses
|
•
ICT Center
•
WEB SMKN 1 Martapura
|
·
|
·
|
|||
6.5.1
|
Sekolah meningkatkan keefektifan
kinerja pendidik dan
tenaga kependidikan dan
pengembangan profesi pendidik
dan tenaga kependidikan.
|
Adanya
SK Pembagian Tugas
|
·
|
·
|
|||
6.5.2
|
Supervisi
dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional
|
•
Program Supervisi
•
Jadwal Supervisi
•
Laporan Hasil Supervisi
|
pelaksanaan
supervise kepala sekolah belum maksimal
|
memaksimalkan
supervise kepala sekolah
|
·
Adanya pengawas
|
·
Semakin banyaknya tuntutan kerja untuk kepala
sekolah
|
melaksanakan
supervise teman sejawat
|
6.6.1
|
Warga
sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis
|
Adanya
SK Pembagian Tugas
|
·
|
·
|
|||
6.6.2
|
Sekolah
melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademis.
|
SK
Pembangunan Ruang Kelas Baru
|
·
|
·
|
Bidang Garapan : Standar Pembiayaan
No
|
Komponen Indikator
|
Kekuatan (S)
|
Kelemahan (W)
|
Strategi Pemecahan
|
Peluang (O)
|
Ancaman (T)
|
Strategi Pemecahan
|
7.1.1.
|
Anggaran sekolah dirumuskan
merujuk Peraturan
Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan Kabupaten /kota |
Adanya
anggaran sekolah yang disusun dalam RAPBS
|
Belum
semua komponen anggaran yang ada di sekolah tercantum dalam rumusan anggaran
|
Melengkapi
rumusan anggaran sesuai dgn kebutuhan sekolah
|
·
Adanya permendiknas No. 69 thn 2009 tentang
standar pembiayaan
|
·
Kebijakan pemerintah daerah tentang pendidikan
gratis
·
Anggaran pemerintah terbatas
|
Mengadakan
pendekatan kepada komite sekolah untuk menyampaikan program sekolah
|
7.1.2.
|
Perumusan RAPBS melibatkan Komite
sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan
|
·
Adanya PTK yang mendukung perumusan RAPBS
·
Adanya komite sekolah yang mendukung perumusan
RAPBS
|
Tidak
semua PTK memberikan masukan dalam perumusan RAPBS
|
Meminta
masukan kepada perwakilan di setiap kompetensi keahlian
|
Adanya
Dinas Pendidikan yang mendukung perumusan RAPBS
|
Tidak
semua program yang diajukan sekolah disetujui oleh Dinas Pendidikan
|
Mencari
dana lain untuk memenuhi program yang tidak disetujui oleh Dinas Pendidikan
|
7.1.3.
|
Penyusunan rencana keuangan
sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel.
|
·
Rencana keuangan diumumkan kepada
pemangku kepentingan
·
Sekolah melaksanakan pembukuan keuangan
sekolah
|
Tidak
semua pembelanjaan sesuai dengan rencana anggaran
|
Dipersiapkan
dana cadangan
|
Adanya
PP No. 17 tahun 2010 tentang Penyenggaraan Pendidikan
|
Belum
semua pemangku kepentingan memahami tentang PP No. 17 Th 2010
|
Memberikan
salinan PP No. 17 tahun 2010 kepada pemangku kepentingan
|
7.1.4.
|
Sekolah membuat pelaporan keuangan
kepada
Pemerintah dan pemangku kepentingan |
·
Sekolah menyusun laporan keuangan secara
periodic
·
Laporan keuangan kepada pemerintah
·
laporan keuangan kepada masyarakat
|
Tidak
semua laporan keuangan dilaporkan kepada warga sekolah
|
Menyampaikan
laporan keuangan kepada warga sekolah yang berkepentingan
|
Pemangku
kepentingan sebagian besar menerima laporan keuangan yang disampaikan oleh
sekolah
|
Masih
ada laporan keuangan yang belum dapat diterima oleh pemangku kepentingan
karena kurang lengkap
|
Melengkapi
laporan keuangan sesuai dengan temuan pemangku kepentingan
|
7.2.1.
|
Sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana
dengan inisiatifnya sendiri |
·
Sekolah mengembangkan kewirausahaan (retail,
kantin sehat dan kursus)
·
Sekolah menyusun proposal untuk penggalian
dana
|
·
Sekolah belum mengidentifikasi sumber dana dan
donator
|
Sekolah
membentuk tim untuk mengidentifikasi sumber dana dan donatur
|
·
Adanya Dinas Pendidikan dan DuDi yang mendukung kegiatan sekolah
·
Adanya masyarakat sekitar sekolah
|
·
Belum ada pemasok yang menawarkan harga
termurah
·
tidak semua masyarakat mengetahui kegiatan
kewiirausahaan di sekolah
|
·
Mencari pemasok yang memberikan harga termurah
·
mempromosikan kegiatan kewirausahaan sekolah
kepada masyarakat
|
7.2.2.
|
Sekolah membangun jaringan kerja
dengan Dunia
Usaha dan Dunia Industri setempat. |
·
Sekolah sudah melakukan kerjasama dengan
beberapa DUDI
·
Sekolah sudah melakukan aksi kegiatan dengan
melibatkan DUDI
|
·
Sekolah belum mengidentifikasi DUDI yang
memiliki dana CSR (Coorporate Social Responsibility)
·
Sekolah belum menyusun proposal penggalian
dana kepada DUDI
|
·
mengidentifikasi DUDI yang memiliki dana CRS
·
Menyusun proposal penggalian dana Kepada DUDI
|
Adanya
DUDI yang potensial di wilayah Kabupaten Banjar
|
Hanya
sedikit DUDI yang memiliki dana CRS
|
Menyampaikan
permohonan kepada Pemda agar menghimbau DUDI untuk menediakan dana CRS
|
7.2.3.
|
Sekolah memelihara hubungan dengan
alumni
|
·
Sekolah memiliki catatan alumni
·
Sekolah memanfaatkan sumberdaya alumni
|
·
Sekolah belum mengidentifikasi alumni
·
Sekolah belum memiliki wadah/organisasi alumni
·
Sekolah belum mempunyai program kegiatan yang
melibatkan alumni
|
·
Sekolah mengidentifikasi alumni
·
sekolah menyediakan wadah/organisasi untuk alumni
·
sekolah membuat program kegiatan yang
melibatkan alumni
|
·
Adanya Facebook dan maillist yang bisa
mewadahi alumni untuk dapat saling berhubungan
|
Tidak
semua alumni menguasai teknologi
|
Menyarankan
agar alumni memiliki wadah/membangun ruang di sekitar sekolah untuk pertemuan
rutin
|
7.3.1.
|
Sekolah melayani siswa dari
berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk siswa dengan kebutuhan khusus.
|
·
Sekolah menerima siswa dari semua tingakatan
ekonomi
·
sekolah menerima siswa berkebutuhan khusus
|
Dana
masyarakat tidak hanya diperuntukkan dalam penjaminan mutu
|
Dana
yang digunakan di luar penjaminan mutu dapat dialokasikan dengan menggunakan
dana lain
|
Adanya
beasiswa BKM, GNOTA dan supersemar
|
Jumlah
beasiswa BKM, GNOTA dan Supersemar menurun pada setiap tahunnya
|
Mencari
dana lain untuk membantu siswa kurang mampu misalnya melalui bank-bank yang
ada di wilayah kab. Banjar agar bersedia memberikan beasiswa
|
7.3.2.
|
Sekolah melakukan subsidi silang
kepada siswa kurang
mampu di bidang ekonomi |
·
Sekolah membebaskan biaya pendidikan bagi
siswa miskin
·
Besar iuran sekolah bervariasi sesuai dengan
kemampuan dan kesanggupan orang tua
|
·
Identifikasi tingkat ekonomi orang tua siswa
belum diadministrasikan secara lengkap
|
Membuat
administrasi yang lengkap untuk mengidentifikasi tingkat ekonomi orang tua
siswa
|
Adanya
beasiswa BKM, GNOTA dan supersemar
|
Jumlah
beasiswa BKM, GNOTA dan Supersemar menurun pada setiap tahunnya
|
Mencari
dana lain untuk membantu siswa kurang mampu misalnya melalui bank-bank yang
ada di wilayah kab. Banjar agar bersedia memberikan beasiswa
|
Bidang
Garapan : Standar Penilaian
NO
|
KOMPONEN/INDIKATOR
|
KEKUATAN(S)
|
KELEMAHAN (W)
|
STRATEGI PEMECAHAN
|
PELUANG (O)
|
ANCAMAN (T)
|
STRATEGI PEMECAHAN
|
8.1.1
|
Guru
menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian kompetensi peserta
didik
|
·
Semua guru mampu menyusun penilaian
·
Kualifikasi umumnya memadai (S1)
·
Kerjasama antar guru sangat solid
|
Sebagian
guru :
·
belum mampu membuat soal yang valid
·
belum mampu menentukan KKM
·
Belum mampu menyusun kisi kisi soal
·
Belum mampu menyusun instrumen penilaian
·
Belum mampu menyusun rubrik penilaian
|
·
Melaksanakan IHT (penyusu nan kisi2
soal,instrumen penilaian, rubrik penilaian)
·
Melaksanakan pelatihan menentukan KKM yang
disepakai bersama
|
·
Ada Pengawas yang menguasai penyusunan soal
·
Refernsi berkaitan penyusunan soal cukup
tersedia baik dipasaran maupun internet
|
·
Adanya UN
|
·
Membuat perencanaan waktu dalam menyusun soal
·
Ikut serta MGMP
·
Mengundang pengawas
·
Peningkatan Kompetensi melalui pelatihan
|
8.1.2
|
Guru
memberikan informasi kepada peserta
didik mengenai kriteria penilaian
termasuk Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM).
|
·
Dokumen KKM tersedia
·
Guru telah memiliki RPP
·
Kompetensi guru dalam menyampaikan informasi
memadai
|
Sebagian
guru :
·
Belum menyampaikan KKM
·
Belum memperhatikan
karakteristik peserta didik, mata pelajaran dan
kondisi sekolahdalam penilaian
|
·
Semua guru mata pelajaran menyampaikan KKM
dengan memperhatikan karakteristik
peserta didik, mata pelajaran
dan kondisi sekolahdalam
penilaian
·
Membuat poster penjelasan KKM utk semua mata
pelajaran pada setiap program keahlian
|
·
Adanya supervise dari pengawas
|
·
Adanya standar nasional
|
·
|
8.1.3
|
Guru
melaksanakan penilaian
secara teratur berdasarkan
rencana yang telah
dibuat.
|
·
Kualifikasi guru dalam melaksanakan penilaian
memadai
·
|
·
Penilaian kurang terencana dengan matang
·
Penilaian tidak sesuai dengan jadual yang
sudah diatur
|
·
Merencanakan penilaian dengan matang dan disesuaikan dengan
karakteristik dan kemampuan siswa
·
|
·
|
·
|
·
Mensosialisasikan rencana penilaian kepada
siswa sebelum penilaian dilaksanakan
|
8.1.4
|
Guru
menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian
untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar
peserta didik
|
·
Kualifikasi guru memadai
·
Guru menguasai teknik penilaian
|
Sebagian
guru :
·
Belum menerapkan berbagai teknik, bentuk dan
jenis penilaian
·
Belum membantu siswa dalam mengatasi kesulitan
belajar
|
·
Bentuk tim kerja
·
Membuat simulasi teknik penilaian secara
berkala
|
·
Adanya lembaga diklat
·
Adanya contoh ujian kompetensi keahlian
|
·
|
·
Sebaiknya guru memberikan penjelasan bentuk
dan jenis penilaian kepada siswa
·
Membeerikan
solusi atas kekurang mengertian
peserta didik
|
8.2.1
|
Guru
memberikan masukan dan komentar
mengenai
penilaian yang mereka
lakukan pada peserta didik.
|
·
Guru memiliki daftar nilai
·
Guru memiliki
daftar analisis soal
·
Guru memiliki dokumen remidial
·
Sekolah memiliki dokumen : leger, Buku Kelas,
Buku Induk dan Raport
|
Sebagian
guru :
·
Masih belum memberikan komentar atas hasil
penilaan
|
·
Guru mata pelajaran memberikan komentar
terhadap hasil penilaian baik yang mengalami kesulitan belajar maupun yang
mengalami kesulitan belajar.
·
Memerikan komentar secara berkala
|
·
Gambaran
tentang keberhasilan siswa dalam
masyarakat
·
Dapat dijadikan bahan rujukan untuk peningkatan mutu
|
·
Masukan dan komentar ditanggapi biasa saja
bagi ortu
·
|
·
Penjelasan arti komentar hasil penilaian
kepada siswa dan orang tua guna meningkatkan hasil belajar
|
8.2.2
|
Guru
menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan
pembelajaran.
|
·
Guru memiliki kemampuan melaksanakan remidial
·
|
·
Remidial belum dilaksanakan sesuai rambu
·
Remidial belum dilaksanakan dengan tuntas,
teratur dan kontinu
·
Pengayaan belum dilaksanakan secara optimal
|
·
Melaksankan remidial/pengayaan secara tuntas,
teratur dan kontinu
|
·
Remidial dapat dijadikan barometer
keberhasilan peserta didik
|
·
Peerta didik masih belum paham arti remidial
·
Remidial hanya sebagai beban bagi siswa dan
ortu
|
·
Perlu di jelaskan arti remidial bagi
pencapaian kemajuan belajar siswa
|
8.3.1
|
Sekolah melaporkan
hasil penilaian mata pelajaran untuk
semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada
orangtua/wali peserta didik dalam bentuk
buku laporan pendidikan.
|
·
Sekolah memiliki dokumen penilaiann seperti Daftar nilai, leger, rapor dan buku
induk setiap mata pelajaran
·
|
·
Pelaporan
hasil penilaian mata pelajaran masih belum optimal
|
·
Meningkatkan pelayanan sekolah dalam
melaporkan hasil penilaian mata pelajaran
|
·
Laporan hasil nilai diperlukan Ortu peserta
didik.
·
Buku Rapor sebagai pedoman prestasi siswa
|
·
Tidak semua ortu memahami pentingnya laporan
penilaian siswa
·
Buku rapor dinilai hanya sebatas kumpulan
nilai saja
|
·
Memberikan penjelasan pentingnya rapor sebagai
acuan prestasi peserta didik setiap pembagian
rapor
|
8.3.2
|
Sekolah
melibatkan orangtua
peserta didik dalam meningkatkan pencapaian hasil
belajar siswa.
|
·
Sekolah memiliki organisasi Komite sekolah
·
Sekolah memiliki wali kelas
|
·
Komite sekolah belum mempunyai peran dalam melibatkan orang tua dala
meningkatkan pencapaian hasil belajar peseta didik
·
Wali kelas belum berperan optimal dalam
melibatkan ortu dalam meningkatkan hasil belajar
|
·
Membuat program peningkatan peran sertaorang
tua dalam membantu meningkatkan prestasi peserta
didik melalui Komite Sekolah dan Wali kelas
|
·
Komite sekolah terdiri dari berbagai strata
sosial
|
·
Komite sekolah belum memiliki kemampuan
memahami pencapaian hasil belajar
·
Belum memilki pemahaman tentang hasil belajar
siswa
·
|
·
Melaksanakan pelatihan khususnya kepada komite
sekolah guna memahami peningkatan kemampuan belajar peserta didik
|
1.
Standar Isi
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
||||||
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
||||||
1
|
Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan
menggunakan panduan yang disusun BSNP
|
·
Melaksanakan IHT penyusunan pengembangan
kurikulum
· sosialisasi kurikulum kepada semua warga
sekolah, komite sekolah dan wali murid
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
2
|
Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik
daerah, kebutuhan sosial masyarakat,
kondisi budaya, usia peserta didik,
dan kebutuhan pembelajaran.
|
·
Mensosialisasikan pendidikan karakter dan
budaya bangsa kepada komite sekolah
dan orang tua siswa
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana
program remedial, dan pengayaan bagi siswa
|
· Menyusun
program tambahan jam pembelajaran, di luar
jam efektif
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
4.
|
Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk
memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
|
·
Meningkatkan dan mengembangkan sinergisitas
antara wali kelas dan guru BP/BK
·
Meningkatkan peran serta orang tua dalam
bimbingan konseling
|
Koordinator BP/BK
|
Kepala Sekolah
|
KOmite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||
5
|
Sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler untuk memenuhi
kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik
|
·
Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan secara
serentak dengan hari dan waktu yang lebih fleksibel
|
Waka Kesiswaan
|
Kepala Sekolah
|
APBN, APBD,
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
2.
Standar Proses
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
|||||
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|||||
1
|
Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP.
|
· Mengadakan IHT untuk menyusun silabus
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau
berkelompok
|
·
Mengadakan IHT untuk menyusun silabus
|
Waka Kurikulum
|
Waka Kurikulum
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan
pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
|
· Mengadakan
IHT untuk menyusun RPP
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
4
|
RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap
intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial,
emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik
|
· mempelajari
kemungkinan untuk menyediakan pelayanan bagi siswa yang berkebutuhan khusus
dan program percepatan belajar
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
APBD
|
Sangat Penting
|
√
|
||||
5
|
Siswa dapat mengakses buku panduan , bku
pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran
dengan mudah.
|
·
Mengadakan rapat dengan guru dan komite untuk
menentukan buku teks
· Mengusahakan
penambahan buku untuk memenuhi rasio 1:1 melalui dana komite
|
Waka Sarana
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan
sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran
untuk membantu dan memotivasi peserta didik
|
·
Memotivasi guru agar rajin mengunjungi
perpustakaan dan menggunakan Internet
·
Mengadakan IHT tentang cara pemanfaatan
internet dan sumber belajar lain untuk pembelajaran
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Biasa
|
√
|
||||
7
|
Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,
dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup
|
· Mengadakan
IHT untuk menyusun RPP agar dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran
|
Waka Kurikulum
|
Waka Kurikulum
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Para peserta didik memperoleh kesempatan yang
sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi.
|
·
Mengikutkan guru untuk mengikuti pelatihan
model-model pembelajaran
|
Kepala Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
9
|
Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap
meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
Kepala Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
10
|
Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran
dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas
|
·
Bekerja sama dengan pengawas untuk
melaksanakan supervise pembelajaran
|
Waka Kurikulum
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
1.
Standar Kompetensi
Lulusan
|
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
|||||
|
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|||||
|
1
|
Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik
dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.
|
Memotivasi siswa agar berkonsentrasi ke semua mata
pelajaran
|
Guru
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
2
|
Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar
yang mandiri
|
• Memotivasi
siswa untuk lebih banyak memanfaatkan sumber belajar
• Membentuk
kelompok belajar dan KIR
• Menambah
jumlah Kelompok belajar bahasa asing
|
Guru
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa
percaya diri yang tinggi
|
• Meningkatkan
pemanfaatan lingkungan
• Lebih
sering melaksanakan pekan bahasa, pentas seni dll
|
Guru
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
4
|
Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik
|
• Membuat
panduan penilaian program pengembangan kepribadian peserta didik
|
Guru
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
Sekolah mengembangkan keterampilan hidup
|
Memaksimalkan peran siswa dalam praktik kewirausahaan
|
Guru
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
Sekolah
mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat
diterima
|
• Mensosialisasikan
pendidikan karakter kepada guru, siswa dan orang tua siswa
• Mengintegrasikan
pendikar ke dalam setiap mata pelajaran
|
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Bidang Garapan :
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
|
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
|||||
|
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|||||
|
1
|
Jumlah pendidik memenuhi standar.
|
Mengusulkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan BKD untuk
penambahan guru PNS
|
|
Waka Kesiswaan
|
Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
2
|
Jumlah tenaga
kependidikan memenuhi standar
|
Mengusulkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan BKD untuk
penambahan Tenaga Kependidikan PNS
|
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
Kualifikasi
pendidik memenuhi standar
|
memberikan
motivasi kepada 10 guru yang belum berkualifikasi S-1 untuk melanjutkan
kuliah ke jenjang S-1 (sekarang sebagian masih dalam proses kuliah)
|
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
4
|
Kualifikasi tenaga
kependidikan memenuhi standar
|
Mengusulkan
penempatan tenaga kepala administrasi
|
|
Kepala Sekolah
|
APBD
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
Kompetensi
pendidik memenuhi standar
|
·
Mengikuti
pelatihan kepala sekolah khusus untuk kompetensi supervise
·
Mengikutkan
guru untuk pelatihan yang berkaitan dengan paedagogik dan profesionalisme
guru
|
|
Kepala Sekolah
|
APBD, APBN
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
Kompetensi tenaga
kependidikan memenuhi standar
|
·
Meningkatkan
kompetensi tenaga kependidikan melalui diklat
|
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
|||||
|
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|||||
|
1
|
Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan,
jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya
|
·
Membuat proposal usulan penambahan ruang
|
Waka Sarana
Prasarana
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
|
|
|
|
|
2
|
Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta
didik dalam rombongan belajar
|
·
Mempromosikan
kompetensi keahlian yang kurang peminat
·
Membuka
kompetensi keahlian baru yang diminati masyarakat
|
Panitia
Pengadaan
|
Waka Sarana
Prasarana
|
Komite
|
Sangat Penting
|
|
√
|
|
|
|
|
3
|
Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat
dan sumber belajar termasuk buku pelajaran
|
·
membuat
usulan penambahan buku ke diknas propinsi
·
mengalokasikan
dana pada komite sekolah
|
Waka Sarana
Prasarana
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
4
|
Pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai
dengan persyaratan standar
|
·
Membuat
administrasi pemeliharaan
|
Waka Sarana
Prasarana
|
Kepala Sekolah
|
APBD, APBN dan Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan
memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus.
|
·
Sosialisasi
pentingnya menjaga lingkungan
|
Waka Sarana
Prasarana
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
No
|
Tujuan
|
Kegiatan
|
Pelaksana Kegiatan
|
Sumber Daya
|
Urgensi Program
|
Tahun Pelaksanaan
|
|||||
|
Pelaksana
|
Penjab
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
|||||
|
1
|
Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan
kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan
|
Mensosialisasikan Visi dan misi sekolah kepada warga
sekolah dan pemangku kepentingan
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
2
|
Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian,
kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas
|
Membuat laporan setiap kegiatan
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
Sekolah merumuskan rencana kerja dengan
tujuan yang jelas untuk peningkatan dan
perbaikan serta disosialisasikan kepada warga
sekolah dan pihak yang berkepentingan
|
Membuat rencana kerja
dengan
tujuan yang jelas untuk peningkatan dan
perbaikan serta disosialisasikan kepada warga
sekolah dan pihak
yang berkepentingan
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
4
|
Sekolah mensosialisasikan rencana kerja yang berbasis
tujuan untuk peningkatan dan perbaikan berkelanjutan kepada warga sekolah dan
pihak-pihak yang berkepentingan
|
Mengunggah Renstra di situs sekolah
|
Admin Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
Rencana Kerja tahunan
dinyatakan dalam rencana
kegiatan dan anggaran
sekolah dilaksanakan berdasarkan
rencana jangka menengah
(renstra)
|
memaksimalkan pelaksanaan rencana kerja
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja
sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar. |
· Memaksimalkan pengisian EDS
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
7
|
Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur,
menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri
dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar
|
melakukan pengukuran kinerja sekolah secara berkala dan
berkelanjutan
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
8
|
Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara
yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan
|
Memaksimalkan Pengelolaan Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan (SIMPendik)
|
Ka TAS
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
9
|
Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien,
efektif, dan dapat diakses
|
·
Mengoptimalkan
website sekolah
|
Ka TAS
|
Kepala Sekolah
|
Dharma Wanita
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
10
|
Sekolah
meningkatkan keefektifan kinerja
pendidik dan tenaga
kependidikan dan pengembangan profesi
pendidik dan tenaga kependidikan.
|
· Melakukan Penilaian Kinerja
Guru
|
Ka TAS
|
Kepala Sekolah
|
Dharma Wanita
|
Sangat Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
11
|
Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan
sesuai dengan standar nasional
|
memaksimalkan pelaksanaan supervise kepala sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
Komite
|
Biasa
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
12
|
Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis
dan nonakademis
|
·
Melibatkan warga sekolah dalam pengelolaan
kegiatan akademis dan nonakademis
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Biasa
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
13
|
Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya
pengelolaan kegiatan nonakademis.
|
·
melibatkan anggota masyarakat khususnya
pengelolaan kegiatan nonakademis
|
Tim Pengembang Sekolah
|
Kepala Sekolah
|
APBD, Komite
|
Penting
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar